Pengertian Mubtada Khobar dan Contohnya dalam Al-Qur’an

Posted on

Pengertian Mubtada Khobar

Pembahasan mengenai mubtada dan khobar merupakan pembahasan dasar dalam ilmu nahwu. Bab ini sangat penting dipelajari dan dipahami karena kerap muncul dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menarik untuk dikaji. Contoh mubtada khobar dalam Al-Qur’an bisa sahabat muslim temukan apabila sudah paham mengenai penjelasannya.Contoh Mubtada khobar


Mengenal Mubtada


  • Pengertian Mubtada

Ditinjau dari segi bahasa, mubtada sendiri berarti ‘yang ada di awal’. Dari definisi secara bahasa tersebut, bisa ditarik definisi mubtada secara istilah, yakni setiap kata benda (isim) yang ada di awal atau depan kalimat.

Baca Juga : Jamak Muannats Salim dalam Ilmu Nahwu

Dalam kitab Jurumiyah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan mubtada ialah:

المُبْتَدَأُ هُوَ الإِسْمُ المَرْفُوْعُ العَارِى عَنِ العَوَامِلِ اللَّفْظِيَّةَِ

Artinya: Mubtada ialah isim yang di-rofa’-kan yang kosong dari amil-amil bangsa lafaz.

Maksud “kosong dari amil-amil bangsa lafaz” adalah bahwa mubtada di-rofa’-kan bukan oleh amil lafaz, melainkan amil ma’nawi.


  • Macam Mubtada

Ø  Menurut Isim Pembentuknya

Mubtada menurut isim pembentuknya terbagi menjadi dua macam, yakni:

  • ‌Mubtada Sharih (Jelas)

Mubtada sharih dapat dimengerti sebagai jenis mubtada yang mencakup segala kata benda yang terlihat / nampak (isim dhohir) maupun kata ganti (isim dhomir).

Contoh:

زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri)

أَنْتَ مُخْلِصٌ (kamu ikhlas)

  • ‌Mubtada Muawwal

Yang dimaksud dengan mubtada muawwal ialah mubtada yang tersusun atas أن serta فعل sehingga mengubah kedudukan fi’il (kata kerja) menjadi seperti isim (kata benda).

Baca Juga : Apa Itu Tashrif Istilahi? Temukan Definisi, Ketentuan Umum

Contoh:

وَأَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُم

Lafaz أنْ تَصُوْمُوْا

Merupakan contoh mubtada muawwal yang berhak berkedudukan serupa isim.

Ø  Menurut Ada Tidaknya Khobar

Menurut ada tidaknya khobar, mubtada juga dibagi menjadi dua, yakni:

  • ‌Mubtada dengan Khobar

Contohnya:  زَيْدٌ عَاذِرٌ

  • ‌Mubtada Tanpa Khobar

Mubtada yang tidak memiliki khobar ditempati oleh fail sadda masaddal khobar.

Contohnya: أَسَارٍ ذَانِ , dengan lafaz أَسَارٍ sebagai mubtada dan lafaz ذَانِ sebagai fail yang menempati khobar.


Mengenal Khobar


  • Pengertian Khobar

Definisi khobar dalam kitab Jurumiyah ialah:

Baca Juga : Mengenal Huruf Hijaiyah Sambung

الخَبَرُ هُوَ الإِسْمُ المَرْفُوْعُ المُسْنَدُ اِلَيْهِ

Artinya: Khobar ialah isim yang dirofa’kan yag disandarkan kepada mubtada.

Sedangkan dalam kitab Alfiyah Ibnu Malik, khobar memiliki pengertian:

هُوَ الْجُزْءُ الْمُتِمُّ الْفَائِدَةَ

Artinya: Yaitu juz (bagian) yang menyempurnakan faidah bersama-sama mubtada (yang selainnya sifat).


  • Macam Khobar

Ø  Khobar Mufrod

Khobar mufrod merupakan khobar yang bukan merupakan jumlah atau sibih jumlah baik dhorof maupun jer majrur.

Contoh: زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri)

Khobar mufrod juga terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • ‌Mufrod Jamid

Khobar mufrod jamid merupakan khobar yang bukan merupakan lafaz-lafaz musytaq berupa isim sifat. Lafaz mufrod jamid jarang mengandung dhomir yang kembali pada mubtada.

Baca Juga : Pengertian Sanad dan Contoh Haditsnya

Contoh: زَيْدٌ اَخُوْكَ (Zaid saudaramu)

  • ‌Mufrod Musytaq

Khobar mufrod musytaq ialah khobar dengan rupa lafaz-lafaz yang terbentuk dari masdar, seperti isim fail, isim maf’ul, dan yang lainnya. Kebalikan dari mufrod jamid, mufrod musytaq diharuskan mengandung dhomir yang rujuk pada mubtada yang harus disimpan.

Contoh: زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri) dengan taqdirnya زَيْدٌ قَائِمٌ هُوَ.

Ø  Khobar Jumlah

Khobar jumlah memiliki dua macam, yakni khobar jumlah ismiyah yang merupakan susunan mubtada khobar dan khobar jumlah fi’liyah yang merupakan susunan fi’il dan fail.

Contoh:

زَيْدٌ اَبُوْهُ قَائِمٌ (Zaid ayahnya berdiri)

زَيْدٌ قَامَ أَبُوْهُ (Zaid ayahnya berdiri)

Contoh lain khobar jumlah ismiyah:

Dikenal juga khobar serupa jumlah yang terbagi menjadi dua macam yakni:

  • ‌Khobar Serupa Jumlah yang Terdiri dari Jer Majrur

Contoh:

السَّمَاكُ فِى المَاءِ

الثِيَابُ فِى الخِزَانَةِ

التَّلاَمِيْدُ فِى الفَصْلِ

  • ‌Khobar Serupa Jumlah yang Terdiri dari Dhorof (Makan atau Zaman).

Contoh:

 القَلَنْسُوَةُ تَحْتَ المَكْتَبِ

مُحَمَّدٌ عِنْدَكَ

الأُسْتَاذُ اَمَامَ المَدْرَسَةِ


Hukum Mubtada Khobar


  • Khobar Wajib Didahulukan dari Mubtada

Khobar wajib didahulukan dari mubtada, apabila:

  • ‌Mubtada merupakan isim nakiroh yang tidak bermaksud memberitahu dan khobar merupakan jer wal majrur.
  • ‌Khobar merupakan kata tanya (istifham) atau bersandar pada kata tanya.
  • ‌Terdapat dhomir yang memiliki hubungan atau bergandengan dengan mubtada, sedangkan dhomir tersebut kembali pada atau sebagian khobarnya.
  • ‌Khobar mubtada diringkas dengan اِلَّا (illa) atau اِنَّمَا (innama).

Baca Juga : Pengertian Matan dalam Hadits


  • Khobar Boleh Dihilangkan

Khobar boleh dihilangkan, apabila:

  • ‌Terletak setelah iza al fajaiyah (tiba-tiba)
  • ‌Terdapat dalil yang menjelaskannya, misalnya pertanyaan yang dapat dijawab dengan menghapus khobarnya karena telah dijelaskan pada pertanyaannya.
  • ‌Jumlah ismiyah mengikuti pada jumlah ismiyah yang khobarnya tidak dihapus.

  • Khobar Wajib Dihilangkan

Khobar wajib dihilangkan, apabila:

  • ‌Mubtadanya merupakan isim sharih yang menunjukkan sumpah.
  • ‌Khobar menunjukkan sifat mutlak atau menunjukkan keberadaan suatu hal yang terdapat pada kata bergandeng dengan jer majrur atau dhoro
  • ‌Mubtada terletak setelah lafaz لَوْلَا (laula).
  • ‌Mubtada merupakan masdar atau isim tafdhil yang bersandar pada masdar dan selanjutnya bukan merupakan khobar melainkan yang menduduki tempat khobar.
  • ‌Khobar terdapat setelah huruf wau yang sama artinya dengan lafaz مع.

Contoh Mubtada Khobar dalam Al-Qur’an

  • ‌فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

Isim dhomir ditempati lafaz هُوَ dan syibhul jumlah ditempati lafaz  فِي عِيشَةٍ.

  • ‌فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ

Khobar muqoddam, syibhul jumlah ditempati lafaz فِي قُلُوبِهِمْ dan mubtada muakhkhor ditempati lafaz مَرَضٌ.

  • ‌اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Syibhul jumlah ditempati لِلَّهِ dan اَلْحَمْدُ marfu bertanda dhammah.

  • ‌نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ

Isim dhomir نَحْنُ dan jumlah نَقُصُّ.

  • ‌أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ

Isim isyaroh أُولَئِكَ dan lafaz الْكَفَرَةُ marfu bertanda dhammah.

  • ‌وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Isim dhomir أَنْتُمْ dan lafaz عَابِدُونَ marfu bertanda wau.

  • ‌وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Baca Juga : Pengertian Rawi, Syarat, dan Tingkatannya

Khobar muqoddam, syibhul jumlah مِنَ النَّاسِ dan mubtada muakhkhor, isim maushul مَنْ. Lafaz هُمْ isim dhomir dan lafaz بِمُؤْمِنِينَ majrur sebab huruf jer.‌

Masih banyak contoh mubtada khobar dalam Al-Qur’an yang bisa dicari. Untuk selanjutnya bisa sahabat muslim kaji sebagai metode memahami ilmu nahwu, khususnya bagian mubtada khobar.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO