Mitigasi Terhadap Dampak Ekonomi Indonesia Akibat Kenaikan Harga BBM

Posted on

Mitigasi Terhadap Dampak Ekonomi Indonesia Akibat Kenaikan Harga BBM

Dampak Ekonomi Indonesia Akibat Harga BBM

Melonjaknya harga minyak dunia menjadi penyebab utama dalam kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Seluruh dunia tentu saja merasakanya, termasuk di Indonesia. Jumlah angka subsidi energi Anggaran Pedapatan Belanja Negara (APBN) yang sudah mencapai Rp. 502 triliun ini membuktikan bahwa pemerintah sudah tidak sanggup lagi untuk menahan harga BBM subsidi.

Faktor Terjadinya Kenaikan BBM

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan BBM salah satunya yakni persediaan minyak dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yaitu organisasi dunia yang berisi negara-negara pengekspor minyak. OPEC menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak. Meski demikian, apabila suatu negara mempunyai pasokan atau stok yang banyak terkait bahan bakar minyak, maka kenaikan harga BBM masih bisa ditangani untuk sementara waktu.

Akan tetapi jika pasokan BBM atau suplai terganggu dapat dipastikan harga akan melonjak naik. Dari sini dapat kita artikan bahwa semua negara yang menjadi pengekspor minyak juga ikut serta berperan dalam menentukan harga minyak mentah dunia.

Selain suplai dari OPEC, perang yang terjadi antara Ukraina dengan Rusia juga menjadi penyebab tejadinya kenaikan harga BBM.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jendral TNI (Purn) Prabowo Subianto mengatakan, “perang antara Ukraina dan Rusia menyebabkan dampak yang masif terhadap global. Ini dibuktikan dari kenaikan harga BBM sampai harga kebutuhan pangan.”

Pemulihan ekonomi akibat COVID-19 menjadi penyebab terjadinya kenaikan permintaan energi di seluruh dunia, sementara persediaan tetap terbatas. Apalagi diperparah dengan adanya perang Rusia dengan Ukraina semakin membuat persediaan menipis dan mendorong harga gas alam dan minyak mentah meningkat.

Naiknya harga BBM akan menyebabkan banyak hal salah satunya yakni kenaikan biaya produksi hal ini akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga konsumsi di rumah tangga. Konsumsi rumah tangga memiliki peran yang baik pada produk domestik bruto dan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lihat Juga; Pemikiran, Karya dan Biografi Al Farabi

Tak hanya dibiaya produksi kenaikan harga BBM juga sangat berpengaruh di sektor-sektor yang banyak memakai BBM seperti sektor angkutan laut, angkutan darat, jasa kurir atau pengiriman. Supaya sektor-sektor tersebut dapat bertahan maka mereka akan juga ikut menaikkan harga, ini dapat kita lihat bersema saat ini dengan adanya kenaikan ongkos angkutan umum dan juga pada jasa pengiriman.

kenaikan harga BBM ini dapat memicu terjadinya kenaikan inflasi di Indonesia, kenapa? Karena kenaikan harga BBM ini akan membuat harga-harga barang atau komoditas akan naik secara serentak.

Naiknya inflasi di Indonesia dapat memberikan dampak negatif secara psikologis dari masyarakat. Dampak psikologis ini terjadi apabila semua masyarakat berfikir bahwa kenaikan harga BBM ini akan menyebabkan kenaikan harga barang-barang komoditas yang lain.

Kenaikan harga BBM menyebabkan pengaruh psikologis di masyarakat yang mana pedagang akan ikut serta menaikkan harga melebihi kenaikan biaya produksi dan distribusi yang telah dikeluarkan. Jadi saat pedagang menaikkan harga barang mereka, mereka juga akan menghitung seberapa besar konstribusi BBB pada biaya produksi yang telah mereka keluarkan untuk memprduksi barang atau jasa tersebut.

Contohnya, saat harga BBM naik sebesar Rp.1000 per liter, maka pedagang cabe juga akan memilih untuk menaikkan harga Rp.1000 per kg cabe yang mereka jual.

Padahal kita ketahui bersama kontribusi BBM terhadap biaya cabe perkilo tidaklah sebesar itu. Kondisi ini akan semakin parah karena adanya oknum-oknum yang memanfaatkan hal tersebut, dengan adanya kenikan BBM mereka akan menaikkan harga semua komoditi yang mereka jual, padahal kenaikan biaya produksi yang mereka keluarkann tidak akan sebesar kenaikan harga yang mereka lakukan.

Apabila hal seperti ini terus dilakukan oleh pedagang atau produsen secara bersamaan di seluruh Indonesia, maka akan terjadinya inflasi yang semakin besar dan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Naiknya harga komoditi secara bersamaan dan melebihi cost push inflation akan menjadi penyebab inflasi yang lebih tinggi dan pihak akan mengalami keresahan seperti pedang, produsen, dan konsumen.

Pemerintah harus memperhatikan dampak dari kenaikan harga BBM salah satunya dampak ekonomi di masyarakat. Pemerintah harus mengambil peran untuk menenangkan masyarakat bahwa kenaikan harga BBM tidak perlu ditanggapi dengan kepanikan.

Lihat Juga; 3 Kebaikan Mengucapkan Wa iyyak kepada Sesama Muslim dan Muslimah

Dan juga pemerintah harus bisa membantu masyarakat dengan dan subsidi BBM akan dikompensasikan hal ini dapat meringankan masyarakat terutama golongan rumah tangga menengah ke bawah yang pasti terkena dampak dari kenaikan harga BBM.

Dana subsidi juga harus diberikan ke sektor-sektor lainnya yang secara langsung memberi manfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan jalan, kesehatan, sarana pendidikan, dan lain-lain. Subsidi bionergi dapat juga dijadikan sebagai alternatif penyaluran dana kompensasi BBM, hal ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil.

Pemerintah juga harus serius dalam memberantas praktik-praktik ekonomi biaya tinggi di Indonesia. Diketahui bersama di Indonesia ini banyak sekali korupsi yang akan menjadi penyebab kenaikan harga barang dan jasa melebihi standar harga ekonomi yang sudah ditetapkan. Menghemat banyak anggaran yang tidak mendesak memang juga harus ditentukan

by:  Umi Aslimah (Mahasiswi STEI SEBI)

5/5 - (5 votes)