Tashrif Fi’il Majhul

Posted on

Fi’il terbagi menjadi dua macam berdasarkan fa’il atau subjeknya, yaitu fi’il majhul dan fi’il ma’lum. Dalam mempelajari bahasa Arab memang tidak bisa dipisahkan dari ilmu nahwu serta shorof. Salah satu ilmu nahwu yang sangat penting untuk dipelajari adalah pembagian fi’il dilihat dari subjeknya. Ya, pada kesempatan kali ini sahabat muslim semua dapat belajar mengenai fi’il majhul atau kata kerja pasif.Fi’il Majhul


Pengertian Fi’il Majhul

Dalam bahasa Indonesia terdapat materi tentang kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Materi tersebut juga dipelajari dalam bahasa Arab, tentunya dengan ketentuan atau kaidah yang berbeda. Sebelum mempelajari tentang fi’il majhul lebih dalam, sebaiknya sahabat muslim paham terlebih dahulu mengenai fi’il ma’lum.

Baca Juga : Contoh Isim Mu’rab dan Isim Mabni

Arti kata “ma’lum” dalam bahasa Indonesia adalah “diketahui”. Jadi, pengertian fi’il ma’lum adalah fi’il yang mana pelaku atau fa’ilnya diketahui. Hal tersebut dikarenakan fa’ilnya disebutkan dalam suatu kalimat. Meskipun ada sebagian kalimat yang tidak menyebutkan fa’ilnya, namun fa’ilnya sudah disebutkan pada kalimat sebelumnya.

Pada umumnya, pelaku atau fa’il termasuk ke dalam dhomir, yang artinya tersembunyi atau mustatir. Perhatikan contoh fi’il ma’lum berikut:

فَتَحَ زَيْدٌ البَابَ

Terjemahan kalimat tersebut adalah “Zaid membuka pintu”. Pada contoh kalimat tersebut yang berperan sebagai fi’il adalah “Zaid”. Karena fi’ilnya diketahui maka kalimat tersebut termasuk ke dalam fi’il ma’lum.

Dalam bahasa Indonesia kata “majhul” berarti “tidak diketahui”. Secara definisi fi’il majhul adalah fi’il yang pelakunya atau fa’ilnya tidak diketahui dalam kalimat. Fa’il dalam majhul bisa juga disembunyikan karena beberapa ketentuan, misalnya pendengar atau lawan bicara sudah tahu siapa fa’ilnya.

Penyebab lain fa’il tidak diketahui di antaranya adalah memang tidak diketahui siapa pelakunya, sengaja tidak disebutkan, dan pelakunya hina. Oleh karena itu, pembicara atau mutakallim tidak akan menyebutkan pelaku yang dimaksud. Terkadang pembicara sengaja tidak menyebutkan karena ingin memuliakan pelakunya, sehingga lebih memiliki untuk memakai fi’il majhul.

Baca Juga : Huruf Isim Maushul

Objek (maf’ul) atau sesuatu yang dikenai fi’il dalam fi’il majhul akan menempati posisi fa’il yang tidak ada. Oleh karena itu, majhul dapat dibaca secara rofa’.


Cara Mengubah Fi’il Ma’lum Menjadi Fi’il Majhul

Sama dengan yang ada pada pelajaran bahasa Indonesia, kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Perhatikan pola perubahan fi’il ma’lum menjadi fi’il majhul berikut:

  • Fi’il Madhi

Jika kalimatnya merupakan fi’il madhi, maka ketentuannya adalah:

  • Huruf awal pada kalimat atau kata berbaris dhommah.
  • Huruf sebelum kata terakhir berbaris kasroh.

Contoh:

Misal ada kata فَتَحَ yang merupakan fi’il ma’lum. Cara bacanya adalah “fataha” dan memiliki arti “membuka”. Maka jika diubah menjadi majhul adalah sebagai berikut:

Baca Juga : Contoh Isim Isyaroh

  • Huruf awal harus diubah menjadi baris dhommah terlebih dahulu, sehingga menjadi فُ (fu).
  • Sebelum huruf akhir terdapat huruf ta. maka harus dijadikan berbaris kasroh menjadi ti.
  • Didapatkan fi’il majhulnya adalah فُتِحَ (futiha), yang mempunyai arti dibuka.

Adapun beberapa bentuk yang dimiliki oleh fi’il madhi, yakni:

  1. Fi’il Madhi dengan Tiga Huruf

Biasanya huruf tengah fi’il madhi yang terdiri dari huruf berupa huruf ajwaf atau alif. Oleh karena itu, jika dijadikan majhul huruf alif akan berubah menjadi ya’.

  1. Fi’il Madhi Lebih dari Tiga Huruf

Jika fi’il madhi memiliki jumlah huruf lebih dari tiga, maka semua huruf yang letaknya pada sebelum huruf terakhir akan dibaca dhommah.


  • Fi’il Mudhari

Ketentuan fi’il mudhari yakni sebagai berikut:

Baca Juga : Contoh Isim Ghoiru Munshorif

  • Huruf pertama dalam kalimat atau kata berbaris dhommah (sama dengan fi’il madhi).
  • Huruf sebelum huruf terakhir berbaris fathah.

Contoh:

Terdapat fil’il ma’lum atau kata kerja aktif يَفْتَخُ. Cara bacanya adalah “yaftahu” dan artinya akan/sedang membuka. Berikut bentuknya ketika diubah menjadi majhul atau kata kerja pasif:

  • Huruf pertama akan dijadikan berbari dhommah terlebih dahulu. yakni dari “ya” menjadi “yu”.
  • Huruf sebelum huruf terakhir diubah menjadi fathah, sehingga dari ta menjadi ta atau tetap.
  • Maka fi’il majhulnya adalah يُفْتَحُ (yuftahu), dan artinya menjadi sedang/akan dibuka.

Contoh Kalimat Memakai Fi’il Majhul

Supaya sahabat muslim semua semakin paham mengenai materi ini, maka perbanyaklah membaca contoh kalimat dengan fi’il majhul. Dengan begitu, sahabat muslim akan semakin terbiasa dan menjadi paham. Berikut beberapa contoh kalimat majhul yang dapat sahabat muslim pelajari:


  • فُتِحَ البَابُ

Cara bacanya adalah “futihal baabu”. Contoh kalimat tersebut mempunyai arti “pintu itu telah dibuka” atau “telah dibuka pintu itu”.

Baca Juga : Contoh Isim Nakirah


  • سُئِلَ المُدَرِّسُ

Cara bacanya adalah “su-ilal mudarrisu”. Contoh kalimat tersebut mempunyai arti “guru itu telah ditanya” atau “telah ditanya guru itu”.

Mempelajari fi’il ma’lum dan majhul merupakan hal yang sangat penting bagi umat muslim. Materi tersebut sama penting dengan kata kerja aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia. Sahabat muslim semua bisa memperbanyak membaca Al-Quran supaya bisa melihat contoh majhul lebih banyak lagi.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO