Contoh Isim Ghoiru Munshorif

Posted on

Ketika membaca teks bahasa Arab, mungkin sahabat muslim akan menjumpai dua macam isim. Maksudnya dua macam isim adalah isim dengan akhiran tanwin dan isim yang tidak diakhiri tanwin. Tentu saja hal tersebut akan menimbulkan pertanyaan, apakah isim dapat menolak tanwin? Isim yang tidak berakhiran tanwin dinamakan dengan isim ghoiru munshorif.Isim Ghoiru Munshorif

Isim ini sangat berbeda dengan isim pada umumnya, karena tidak bisa dibaca dengan tanwin atau menolak tanwin. Ada istilah sharf yang merupakan penambahan isim di belakang tanwin. Sebagian isim dapat disharf dan sebagian lagi tidak dapat. Ghoiru munshorif menjadi satu-satunya isim yang tidak bisa disharf.

Sumber :  Contoh Isim Nakirah


Pengertian Isim Ghoiru Munshorif

ما فيه علتان من العلل او واحدة منها تقوم مقامهما سمي به لامتناع دخول الصرف عليه

Arti isim ghoiru munshorif secara bahasa adalah isim yang tidak bisa menerima tanwin shorfi. Beberapa ulama nahwu menyatakan bahwa tanwin shorfi sama dengan tanwin tamkin. Sedangkan syarah ibnu aqil mengatakan bahwa tanwin tamkin merupakan tanwin yang telah dipertemukan oleh isim mu’rob munshorif. Maksud dari isim mu’rob adalah isim yang dibaca kasroh, fathah, atau dhommah.

Pengertian ghoiru munshorif secara definisi adalah salah satu isim yang memiliki satu atau dua ilat. Di mana yang satu ilat akan menempati dua ilat. Dalam bahasa Indonesia, ghoiru munshorif hampir sama dengan kata kerja (fiil). Selain tidak dapat diakhiri tanwin, isim ini juga tidak bisa diakhiri harokat kasroh.

Oleh karena itu, sahabat muslim tidak bisa memberikan harokat kasroh ketika isim ini ber-I’rab jar. Meskipun pada kalimat ghoiru munshorif tidak diawali alim lam, namun tetap tidak akan diakhiri tanwin juga.


Ghoiru Munshorif Satu Illat

Pembagian ghoiru munshorif berdasarkan illatnya dan dikelompokkan menjadi satu illat dan dua illat. Ghoiru munshorif satu illat terdiri dari dua macam, yakni:


  • Shighot Muntahal Jumu’

Shigot muntahal jumu’ merupakan bentuk jamak terakhir dan tidak bisa dijamakkan lagi. Oleh karena itu, shigot ini tidak akan bisa lagi dijamak taksirannya. Untuk menjakam shighot muntahal jumu’ harus mengikuti wazan ‘مَفَاعِلُ/مَفَاعِيْلُ’

Shighot muntahal jumu’ mempunyai satu illat yang menempati dua illat. Salah satu cirinya adalah memiliki satu illat yang terletak di antara huruf pertama dan kedua. Setelah illat tersebut masih ada sekitar dua atau tiga huruf. Perhatikan contoh berikut:

مَصَابِيْحُ

Cara bacanya adalah mashaabiihu yang artinya ‘lampu-lampu’.

Sumber :  Contoh Isim Dhomir


  • Alif Ta’nits

Alif ta’nits merupakan alif yang letaknya berada di ujung atau akhir kata. Terdapat dua macam alif ta’nits, yakni:

  • Alif Ta’nits Mamdudah

Alif ini letaknya berada di akhir kata dan bisa bersamaan dengan hamzah atau tidak.

Contoh:

حَسْنَاءُ

Cara baca: hasnaau, artinya adalah perempuan cantik.

  • Alif Ta’nits Maqsurah

Alif ta’nits ini tidak mempunyai beris pada akhir katanya.

Contoh:

ذِكْرَى

Cara baca: dzikra, artinya mengingat.


Ghoiru Munshorif Dua Illat

Pada umumnya yang tergolong ke dalam ghoiru munshorif adalah isim yang memiliki makna sifat dan nama. Berikut pembagian ghoiru munshorif dua illat:


Mengandung Nama

Beberapa jenis nama yang tergolong ke dalam isim ini adalah sebagai berikut:

Sumber : Contoh Isim Ma’rifat

  • Dengan Unsur Mu’annats

Biasanya nama yang mengandung unsur mu’annats adalah nama perempuan dengan ta’nits atau nama laki-laki dengan ta marbuthah tanpa alif. Contoh nama perempuan yang dimaksud yaitu فَاطِمَةُ، مَرْيَمُ, sedangkan contoh nama laki-laki yakni   مُعَاوِيَةُ، طَلْحَةُ

  • Diakhiri Huruf Nun dan Alif

Contohnya yakni  عُثْمَانُ، عَدْنَانُ(‘Utsman dan ‘Adnaan).

  • Nama Asing di Luar Arab

Nama asing di luar Arab atau biasa disebut dengan nama ‘ajm biasanya tersusun atas satu atau dua kata. Yang tergolong dalam nama ‘ajm di antaranya adalah benda yang tidak bisa disebutkan dalam bahasa Arab, lokasi, dan orang. Contohnya adalah ابراهيم(Ibrahim) yang merupakan nama dari bahasa Ur (Amerika).

  • Udul

Udul adalah nama yang berasa dari bentuk asli dan mengalami perubahan. Contohnya kata زُحَلُ(zuhalu) yang berasal dari kata زَاحِلٌ(zaahilun).


Mengandung Sifat

Ghoiru munshorif yang mengandung sifat memiliki beberapa ketentuan, yakni:

  • Diakhiri huruf alif dan nun. Contoh: عَطْشَانُ (‘athsyaan), artinya haus.
  • Kata sifat bisa jadi turunan dari bentuk aslinya. Contohnya kata أُحَادُ (ahad) yang bermakna tunggal terbentuk dari kata وَاحِدًا وَاحِدًا (waahidun waahidan).
  • Kata sifat dapat berupa turunan dari fi’il. Pada umumnya kata sifat ini sangat berkaitan dengan isim tafdhil. Contohnya kata أَفْضَلُ (afdholu) yang artinya paling mulia.

Sumber : Tashrif Isim Fa’il


Syarat Ghoiru Munshorif

Adapun beberapa syarat yang ada pada isim ghoiru munshorif, yakni sebagai berikut:

  1. Pada awal kata tidak terdapat alif lam.
  2. Apabila di awal kata terdapat alif lam, maka irabnya tidak akan mengikuti pola pada isim ghoiru munshorif.
  3. Irabnya tidak bisa mengikuti pada pola ghoiru munshorif jika isimnya diidhofatkan kepada dhomir.

Jadi, ghoiru munshorif hampir sama dengan kata kerja pada pelajaran bahasa Indonesia. Pada umumnya isim akan mengandung tanwin. Namun, ghoiru munshorif merupakan isim yang berbeda dan tidak berakhiran tanwin.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO