Musytaq Jiddan Rindu dalam Islam

Posted on

Hai sahabat muslim sekalian, semoga pada kesempatan kali ini selalu dalam lindungan Allah SWT. Apakah sudah rindu dengan berbagi ilmu dengan sesama muslim. Kebetulan sekali, kali ini akan mengupas tentang rindu. Pernahkah mendengar ungkapan rindu dalam bahasa Arab. Kata tersebut adalah musytaq jiddan artinya rindu sekali. Manis sekali kan ungkapan rindu ini.Musytaq Jiddan artinya

Saat ini, ungkapan dalam bahasa Arab menjadi sebuah percakapan sehari-hari yang sifatnya umum. Banyak sekali kalimat bahasa Arab yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu. Bisa untuk ungkapan cinta, ucapan ulang tahun, dan juga ketika rindu. Sahabat muslim juga tidak boleh ketinggalan informasi tentang ungkapan-ungkapan ini. Salah satunya adalah “Musytaq Jiddan”.

Baca Juga : Penggunaan Kata Afwan Jiddan dan Jawabannya


Musytaq Jiddan Artinya

Bagi sahabat muslim yang belajar bahasa Arab, mungkin telah mengetahui tentang arti dari “Musytaq Jiddan”. Namun tidak ada salahnya jika belajar lagi tentang arti kata tersebut. Menurut bahasa, “Musytaq Jiddan” berarti “rindu sekali”. Kata ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa rindu kepada pasangan, saudara, atau orang terdekat. Akan tetapi jangan digunakan untuk merayu ya sahabat muslim.

Mengungkapkan sesuatu dengan menggunakan bahasa Arab, terdengar lebih menarik dan mengena. Di samping sebuah ucapan, juga sarat akan makna. Musytaq jiddan ini bisa digunakan bersama dengan kalimat lainnya, misalnya “Musytaq Jiddan yaa Habibana”, “Mustaq Jiddan yaa Rasulullah”, dan ungkapan lainnya. Rindu adalah perasaan fitrah selama tidak menimbulkan prasangka atau hal yang kurang baik.


Rindu dalam Islam

Perasaan rindu dapat dialami oleh siapa saja, tidak ada kecualinya. Perasaan ini dapat muncul oleh siapapun dan untuk siapapun. Hal ini adalah normal seperti perasaan bahagia. Namun, setiap kita harus bisa mengelola rindu ini dengan baik. Ajaran Islam juga mengatur tentang rasa rindu ini agar tidak melenceng atau menjadi hal yang tidak baik.

Baca Juga : Mengucapkan Ana Uhibbuka Fillah Termasuk Sunnah yang Ditinggalkan


  • Pengertian Rindu secara Umum

Rindu adalah sebuah emosi yang muncul dari diri manusia. Perasaan rindu ini biasanya ditandai dengan rasa ingin bertemu atau berjumpa dengan seseorang, bisa juga muncul perasaan menanti kehadiran orang tertentu. Kerinduan tersebut dapat muncul dalam kadar yang masih normal, sehingga dapat dikendalikan. Namun bisa juga hadir dalam luapan yang sulit terbendung.

Rasa rindu yang berlebihan, tentunya tidak baik bagi orang tersebut. Dalam suatu kasus, rindu yang tidak bisa dikendalikan ini, bisa mengakibatkan seseorang menjadi tertekan hingga menimbulkan depresi. Titik ketidakwajaran inilah yang akan mengganggu kesehatan mental dan diri orang tersebut.


  • Rindu Menurut Islam

Dahsyatnya efek rindu yang dialami seseorang, membuat Islam pun mengatur tentang perlakukan terhadap rindu tersebut. Bukan berarti sahabat muslim sekalian tidak boleh merindu, hanya ada batasan dan kadar yang harus diperhatikan. Tujuannya agar pikiran tetap dalam keadaan positif dan tidak merusak diri.


  • Rindu Tidak Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidaklah baik. Termasuk rasa rindu ini. Walaupun tergolong fitrah, namun jika sampai emosional justru akan merusak diri dan pikiran. Perasaan rindu dari sahabat muslim ini harus dikelola dengan baik, jangan sampai melewati batas dan berlebihan. Bagaimanapun rasanya harus dikelola dengan logika dan nalar yang tepat.


  • Jangan Sampai Meninggalkan Syariat Islam

Sahabat muslim sedang merasakan rindu? Boleh saja dan sah, bahkan bisa dikembangkan menjadi hal yang baik. Satu hal yang perlu diingat, bahwa jadikan Islam sebagai pegangan. Jangan sampai meninggalkan syariat Islam hanya demi rindu yang bersifat duniawi. Rindukanlah hal yang baik, jangan merindukan hal yang dilarang oleh agama.

Baca juga : Makna Ucapan Mabruk Alfa Mabruk


  • Tetap Memanusiakan Manusia

Tempatkanlah rindu yang dirasakan kepada seseorang sebagaimana kerinduan terhadap manusia biasa. Ketika sahabat muslim tiba-tiba muncul rasa rindu, tempatkanlah rasa rindu tersebut sesuai porsinya dan sesuai kadarnya. Manusia adalah makhluk yang juga memiliki salah dan khilaf, jadi sudah semestinya rindu pun harus sesuai dengan fitrahnya.


  • Rindu secara Logis dan Rasional

Seperti yang telah diungkapkan di atas, rindu adalah wajar dan normal. Hanya saja, rindulah dengan cara yang logis dan rasional. Jangan merindu kepada hal yang tidak logis. Contohnya adalah, merindukan orang yang sudah meninggal hingga berlebihan atau merindukan hal-hal yang dilarang oleh Al Quran.


  • Jangan Melebihi Rindu Kepada Allah SWT

Seberapa pun besarnya rasa rindu kepada manusia, jangan sampai melebihi rindu kepada Allah SWT. Jika merasa rindu sudah kelewatan, alihkan dengan kegiatan yang mengarah pada rindu Allah. Lakukanlah kebaikan dengan mengingat Allah SWT dalam setiap kehidupan. Pegang teguh apa yang menjadi ajaran agama Islam agar tidak terjatuh.


Ayat Al Quran tentang Rindu

Dalam ajaran Islam, rindu adalah hal yang normal dan bukan perbuatan tercela. Hanya saja harus tetap dibarengi dengan kesucian, kerendahan hati, dan senantiasa menjaga diri. Contohnya adalah rindu pada lawan jenis yang bukan muhrim, maka hal ini tidak diperkenankan karena apabila berlanjut pada pacaran akan mendekati zina. Pada Al Quran telah dijelaskan perihal rindu pada beberapa ayat berikut.

  • Surat Al Fatihah dari ayat 1-7 yang memiliki keistimewaan sebagai pengobat rindu pada seseorang.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkau lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah Engkau beri nikmat pada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat”. (QS Al Fatihah: 1-7)

Baca Juga : Penggunaan Barakallahu Fiikum, Artinya, dan Keutamaannya

  • Yusuf ayat 4 yang menceritakan tentang kuatnya rasa rindu Nabi Yusuf AS ketika harus berjauhan dengan Zulaikha.

“Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayah nya, wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan: kulihat semuanya sujud padaku”. (QS Yusuf: 4).

  • Thaaha ayat 39 yang juga berisi tentang doa mengobati kerinduan.

“Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan Ku”. (QS At Thaahaa: 39)

  • Al Baqarah ayat 165 dimana ayat ini dipercaya mampu mengobati hati saat merasakan rindu yang begitu hebat.

“Mereka mencintainya (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah, sedang orang orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah”. (Al Baqarah: 165)

  • QS Ali Imran ayat 14 yang berisi doa agar orang yang kita rindukan juga merasakan hal yang sama.

“Dijadikan indah bagi manusia kesukaan kepada benda benda yang diingini, yaitu perempuan perempuan dan anak anak, harta benda yang banyak dari emas dan perak”. (Ali Imron: 14)

  • Al Baqarah ayat 216, adalah sebuah ayat yang berisi tentang sikap manusia ketika merasakan kerinduan namun belum dapat bertemu, sering menyalahkan keadaan karena terbawa hawa nafsu. Allah telah mengatur segala sesuatu yang terbaik, termasuk ujian kerinduan dengan. Ayat ini bisa dibaca sebagai pengobat rindu tersebut.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS Al Baqarah: 216)

Sahabat muslim sekalian, rasa rindu yang dirasakan bukanlah suatu hal yang buruk. Tidak juga dilarang mengungkapkan musytaq jiddan artinya rindu sekali kepada orang yang tepat. Atau mengungkapkan musytaq jiddan yaa Rasulullah. Selama rasa rindu tersebut untuk hal yang baik dan tidak melanggar ajaran agama Islam.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO