Nama Pembawa Rezeki dan Keberuntungan

Posted on

Sahabat muslim sekalian, pasti pernah mendengar ungkapan bahwa nama adalah doa. Setidaknya itulah yang masih diingat oleh para orang tua ketika memberikan nama kepada anaknya. Doa yang disisipkan dalam sebuah nama bisa berupa agar dilimpahkan keselamatan, kedudukan, hingga nama pembawa rezeki dan keberuntungan.

Nama Pembawa Rezeki dan Keberuntungan

Setiap orang tua yang baru saja memiliki anak, akan berusaha memberikan nama terbaik. Apabila menamakan anak dengan nama yang memiliki arti tertentu, harapannya adalah agar anak tersebut tumbuh sesuai dengan harapan orang tuanya. Untuk mendapatkan nama anak yang baik, banyak sekali sumbernya. Hampir semua bahasa dapat digunakan sebagai nama anak.

Baca Juga : Makna Kata Antum, Contoh Penulisan dan Penggunaannya


Nama Pembawa Rezeki dan Keberuntungan

Kata nama dalam bahasa Arab sering disebut dengan isim. Setiap bayi yang dilahirkan ke dunia, akan selalu memiliki nama yang dijadikan sebuah identitas diri dan panggilan. Hal ini diperlukan untuk membedakan satu orang dengan yang lainnya. Para ulama bahkan telah membuat kesepakatan atau ijma’ bahwa setiap orang tua wajib memberikan nama kepada anaknya.

Seperti tertuang dalam sebuah firman Allah SWT pada QS. Maryam ayat 7 yang artinya “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah memberikan seorang anak yang bernama Yahya kepada nabi Zakaria.


Contoh Nama Pembawa Rezeki dan Keberuntungan


Anak Perempuan

Baca Juga : Akhi Artinya Laki-Laki Baik, Benarkah?

  • Falisha yang berarti keberuntungan atau kebahagiaan. Diambil dari bahasa Latin.
  • Darmaya, dari bahasa Jawa yang memiliki makna anak perempuan yang membawa keselamatan.
  • Maylafaisha, dari bahasa Inggris yang berarti putri raja pembawa keberuntungan dan kebahagiaan.
  • Abrina/Abrianna, berasal dari bahasa Italia yang berarti pembawa kebahagiaan/keberuntungan.
  • Nafisah/Naya yang bermakna kehormatan, kebahagiaan, dan keberuntungan.
  • Nasywah yang berarti kegembiraan.
  • Qianzy memiliki arti anak yang membawa keberuntungan.
  • Anggiana yang artinya gadis yang beruntung, berhasil, dan cerdas.
  • Halona yang bermakna membahagiakan dan keberuntungan.
  • Dhuhayu memiliki makna keberhasilan, keberuntungan, dan kecerdasan.
  • Felicity memiliki arti keberuntungan dan kebahagiaan.
  • Quinza yang artinya anak perempuan yang mampu memimpin dan beruntung.

Anak Laki-Laki

  • Toga memiliki arti anak pembawa keberuntungan.
  • Yuki yang bermakna keberuntungan, kebahagiaan, dan nasib yang baik.
  • Andika artinya kebahagiaan dan juga kehormatan.
  • Aryaguna yang artinya anak laki-laki pembawa keberuntungan. Makna lainnya yaitu bangsawan, tegap, dan tegas.
  • Ramaditya berarti anak laki-laki pembawa kebahagiaan.
  • Rizqullah bermakna rezeki dari Allah.
  • Adyarizki yang bermakna rezeki atau hadiah dari Tuhan.
  • Alfarisky memiliki makna anak pembawa rezeki.
  • Atharrazka berarti rezeki yang bersih.
  • Taamir artinya anak pembawa keberuntungan, banyak rezeki, dan kebaikan.
  • Nadhirrizky maknanya mendapatkan rezeki yang bersih.
  • Benjamin artinya yang paling disukai oleh rezeki.

Baca Juga :Ketahui Makna Ikhwan dan Kewajiban di Balik Maknanya dalam…


Tata Cara Memberikan Nama Anak Menurut Islam

Nama bagi seorang anak adalah doa yang diharapkan oleh kedua orang tuanya, maka sudah sepantasnyalah ketika memberikan nama adalah nama yang baik. Secara tidak langsung, saat menyebut namanya maka juga memanjatkan doa. Tentunya tidak ada dari sahabat muslim sekalian yang ingin memberikan nama buruk pada anaknya. Berikut adalah tata cara pemberian nama menurut Islam.


  • Dilarang Memberi Nama seperti Nama Patung

Seperti yang telah sahabat muslim ketahui, patung adalah salah satu benda yang dulu dihancurkan karena disembah dan menyekutukan Allah. Maka untuk memberikan nama yang baik, jangan menggunakan nama patung ataupun nama para thagut. Hal ini juga berlaku untuk nama-nama setan atau yang mirip dengannya.


  • Jangan Memberi Nama Orang Kafir

Nama-nama dari orang kafir juga tidak boleh digunakan ketika memberikan nama pada anak. Sebagian besar nama tersebut telah menjadi identitas orang kafir. Contoh namanya antara lain Batris, Jarjas, Abdul Masih, dan nama lainnya yang menunjukkan sebagai orang kafir. Walaupun beberapa nama umum digunakan namun tetap saja arti nama tersebut tidak baik.


  • Memberikan Nama dengan Menyandarkan Nasab Anak sepada Bapaknya

Menyandarkan nasab anak kepada bapaknya, menurut beberapa ulama hukumnya adalah wajib. Walaupun dalam hal ini sang bapak telah meninggal, bercerai, atau yang lainnya. Bahkan anak yang hanya dibesarkan oleh ibunya, sedangkan bapaknya tidak pernah merawat atau belum pernah melihatnya nasabnya tetap harus disertakan.

Pengecualian untuk aturan tersebut adalah, jika anak yang dilahirkan merupakan buah dari hubungan gelap atau hubungan di luar nikah. Dalam kondisi seperti ini, nasab sang anak dinisbatkan kepada ibunya. Dilarang menisbatkan anak hasil hubungan di luar nikah kepada bapaknya. Begitupun sebaliknya, anak yang lahir dari hubungan resmi haram dinisbatkan selain bapaknya.

Baca Juga : Penggunaan Kata “Mabruk”


  • Memberikan Nama yang Disukai Allah

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya nama kalian yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim). Selain dari nama tersebut, Allah juga menyukai nama lainnya seperti nama yang mirip dengan nama Nabi. Harapannya adalah suatu saat anak tersebut akan menjadi anak yang sifatnya menyerupai nama yang digunakannya.


  • Berikan Nama pada Waktu Terbaik

Dalam sebuah hadits dijelaskan “Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW dan beliau lalu memberinya nama Ibrahim (anak tertua Abu Musa), beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku.” (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa waktu terbaik untuk memberikan nama adalah segera setelah anak tersebut dilahirkan. Hal ini dikuatkan juga dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini, “Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku, yaitu Ibrahim.” (HR. Muslim). Ada 3 waktu terbaik yaitu hari kelahiran, hari ketiga hingga ketujuh, dan hari ketujuh kelahiran.

Baca Juga : Syukron Artinya secara Bahasa dan Makna

Nama bagi seorang anak adalah suatu hal yang sangat berarti, karena akan dikenakan sepanjang hidupnya. Sebagai orang tua yang baik, sahabat muslim bisa memberikan anak nama pembawa rezeki dan keberuntungan yang sesuai dengan kaidah Islam. Semoga kelak anak tersebut dapat menjadi orang yang beruntung atau membawa keberuntungan bagi keluarga dan lingkungannya.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO