Arti Alhamdulillah Wa Syukurillah

Posted on

Hai Sahabat Muslim! Banyak cara mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, salah satunya dengn mengucapkan puji-pujian di setiap kesempatan. Salah satu kalimat yang wajib diucapkan adalah alhamdu lillahi robbil’alamiin, tapi bisa juga dengan alhamdulillah wa syukurillah yang punya makna hampir sama. Mau tahu apa makna dan sejauh mana dampaknya pada kehidupan?Alhamdulillah Wa Syukurillah

Di dalam Alquran pengucapan kata alhamdulillah mencapai 22 kali mulai dari surat Al Fatihah ayat pertama, kemudian AL Yunus ayat 10, hingga Al An’am ayat 65. Sedangkan syukurillah disebutkan sebanyak 75 kali, artinya kedua kalimat ini memiliki keistimewaan tersendiri yang harus sahabat muslim pahami.

Baca Juga : Contoh Yang Tepat Menggunakan Kalimat Naudzubillah Min Dzalik


Mengungkap Arti Alhamdulillah Wa Syukurillah

Dalam bahasa arab kalimat di atas ditulis الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالشُّكْرُلِلّٰهِ, yang merupakan penggabungan dari dua kalimat. Yaitu alhamdu lillahi robbil’alamin dan syukurillah yang memiliki arti masing-masing, berikut ini penjelasannya.


  1. Alhamdu lillahi robbil’alamin

Arti dari kalimat ini adalah segala puji pujian untuk Allah, tuhan semesta alam. Sedangkan berdasarkan kamus bahasa Indonesia, kalimat ini punya dua arti yang sangat penting. Pertama adalah ungkapan memuji Allah SWT dan merupakan rangkaian dzikir, yang dibunyikan saat dibaca bersama Subhanallah, Allahu akbar usai melaksanakan shalat.

Kedua yaitu ungkapan atau pernyataan dari rasa syukur atas karunia, yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Intinya kalimat ini sangat penting diucapkan, baik sebagai bagian dari dzikir maupun ucapan saat menerima nikmat sekecil apapun.


  1. Syukrulillah

Arti dari kalimat ini adalah semua rasa syukur hanya untuk Allah SWT. Kalimat ini sering diucapkan ketika seseorang mengabarkan hal menggembirakan, sehingga sahabat muslim mengucapkan syukrulillah.

Baca Juga : Apa Bedanya Syukran Jazilan dengan Syukran Lainnya?


  1. Alhamdulillah wa syukurillah

Artinya secara umum adalah segala puji dan rasa syukur hanya untuk Allah SWT. Pengucapan kalimat ini memang semakin banyak digunakan, karena menggabungkan dua kalimat puji-pujian kepada Allah SWT.


Makna Penting Alhamdulillah Wa Syukurillah

Kalimat ini memiliki makna yang sangat dalam kehidupan manusia, karena menjadi media untuk memuji sang pencipta kapanpun dan dimanapun. Jika dikaitkan dengan makna masing-masing kalimat, maka alhamdulillah memiliki makna sebagai pujian Allah SWT untuk diriNya seperti dijelaskan dalam surat Thaha ayat 14.

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Artinya: “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku,”

Makna selanjutnya adalah pujian dari Allah SWT kepada makhluknya, seperti pujian terhadap Rasulullah SAW dalam surat Al-Qalam ayat 4 yang artinya “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki budi pekerti luhur (agung). Juga bentuk pujian dari makhluk kepada Allah SWT, dan pujian makhluk kepada makhluk lainnya dengan tujuan mendoakan agar sama-sama berbuat baik dalam hidup.

Sedangkan makna syukurillah adalah bersyukur atas rahmat dan karunia, yang diberikan oleh Allah SWT. Namun sebaiknya dilanjutkan dengan merealisasikan bentuk syukur tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat dan mengundang pahala, seperti bersedekah, membayar zakat, dan membantu sesama yang membutuhkan.

Tapi jangan sampai mengucapkan perpaduan dua kalimat di atas, hanya semata-mata untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat duniawi. Gunakanlah dengan tulus dan menjadi bentuk ibadah hanya kepada Allah SWT, sehingga dampak baiknya tidak akan disangka-sangka terjadi pada kehidupan.

Baca Juga : Nama Pembawa Rezeki dan Keberuntungan


Kapan Sebaiknya Mengucapkan Alhamdulillah Wa Syukurillah

Bagi sebagian orang mungkin memadukan dua kalimat ini masih agak jarang digunakan, padahal sangat bermakna ketika diucapkan pada kondisi yang tepat. Alasannya adalah supaya sahabat muslim selalu mengingat Allah SWT dan menyadari, bahwa segala hal baik yang terjadi adalah atas kehendakNya. Lantas kapan sebaiknya kalimat ini diucapkan?


  1. Di Awal Pidato Atau Ceramah

Sebelum memulai pidato di depan umum atau ceramah pada acara tertentu, ada baiknya menggunakan kalimat ini. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan kepada sahabat muslim, sehingga masih bisa menyebar wawasan kepada sesama agar manfaatnya sama-sama dirasakan.


  1. Saat Akan Dan Selesai Belajar

Di sekolah, menggunakan kalimat ini juga bisa dipakai. Mungkin selama ini menggunakan kalimat alhamdulillahi robbil ‘alamiin, yang berada pada surat Alfatihah tapi tak ada salahnya menyematkan kalimat alhamdulillah wa syukurillah sebagai salah satu bentuk rasa syukur. Karena telah diberi waktu lagi oleh Allah SWT, untuk belajar dan memahami lebih banyak hal.


  1. Selesai Makan

Nikmat yang diberikan Allah SWT dalam bentuk makanan, wajib disyukuri dengan mengucapkan puji-pujian untukNya. Salah satunya adalah dua kalimat di atas sehingga sahabat muslim jadi lebih menyadari bahwa makanan apapun yang dimakan adalah atas kehendak Allah SWT sehingga sudah sepatutnya  bersyukur dan memujiNya.

Baca Juga : Makna Kata Antum, Contoh Penulisan dan Penggunaannya


  1. Selesai Bekerja

Sama halnya dengan selesai makan dan bekerja, bersyukur adalah cara paling mudah untuk terus mengingat bahwa Allah SWT yang berada dibalik semua hal yang terjadi dalam hidup sahabat muslim. Memujinya dan bersyukur telah diberikan kesempatan mencari nafkah, adalah hal yang wajib dilakukan.

Banyak yang bisa dipelajari dari penggunaan kalimat gabungan antara alhamdulillah dan syukurillah di atas, karena ternyata bukan hanya sepenggal bait lagu yang sempat dipopulerkan oleh Opick.

Baca Juga : Akhi Artinya Laki-Laki Baik, Benarkah?

Kata diatas, tentu saja memiliki makna yang luas dan dalam, dimana sahabat muslim akan lebih paham bahwa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO