Keutamaan dan Tata Cara Membaca Hizib Bahr

Posted on

Hizib bahr merupakan hizib yang masyhur, tak heran jika banyak diamalkan para ulama, santri maupun pengamal tarekat khususnya tarekat Syadziliyah. Sahabat muslim, yuk mengenal lebih dalam bacaan, cara mengamalkan dan fadhilahnya dengan terus menyimak ulasan berikut sampai akhir. Hizib Bahr


Pengertian Hizib Bahr

Hizib yang juga terkenal dengan istilah Al-Hizib Ash-Shaghir ini berasal dari kata bahar yang artinya adalah laut. Kumpulan dari dzikir diberi nama bahar karena berdasarkan ceritanya sebelum disebar luaskan kepada masyarakat hizib dibiarkan menggenang begitu saja di laut. Hal ini telah dijelaskan pada kitab Al-Kunuz an-Nuraniyah halaman 350 yang berbunyi:

Baca Juga : Bacaan Wirid Sakran Beserta Manfaatnya

أيضا الصغير لحزب ويسمى ,لبحرذكر من فيه ورد ولما ,البحر في وضع لأنه البحر حزب وسمي

Artinya:

“Hizib ini disebut dengan Hizib Bahar (laut) karena hizib ini pernah ditaruh di laut, dan juga karena di dalamnya disebutkan kata Al-Bahr. Hizib ini juga dinamakan dengan Al-Hizib Ash-Shaghir

Hizib disusun oleh salah seorang wali qutub yang juga menjadi pendiri tarekat Syadziliyah, yaitu Abi Hasan Ali bin ‘Abdillah bin ‘Abdil Jabbar asy-Syadzili. Tanah kelahiran beliau adalah di Iskandariah tepatnya lahir pada tahun 571 H dan meninggal di tahun 565 H.

Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pembesar ulama sufi. Banyak dijumpai kitab-kitab tasawuf yang di dalamnya berisi kisah-kisah keistimewaan dan karamah beliau.  Salah satu muridnya bernama Abu Al-‘Abbas Al-Mursi, seorang ulama sufi terkenal yang akan melanjutkan silsilah kemursyidan tarekat Syadziliah.

Berawal dari beliau, kemudian muncul lagi seorang ulama kenamaan tasafuw bernama Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari yang menulis kitab induk tasawuf Al-Hikam. Selain itu, ada juga Imam Al-Bushiri yaitu seorang ulama yang mengarang Qasidah Burdah. Berikut merupakan bacaannya:

Baca Juga : Manfaat Mengamalkan Sholawat Jibril 500x


Tata Cara Mengamalkan Hizib Bahr

  1. Beradab yang baik seperti halnya ketika membaca dzikir atau hizib-hizib lainnya.
  2. Hanya memohon pertolongan kepada Allah saja dan tidak kepada yang lain.
  3. Bertawassul, caranya dengan membaca surat Al-Fatihah untuk ditujukan kepada Imam Abi Hasan asy-Syadzili.
  4. Sahabat muslim yang memiliki hajat tertentu maka saat membaca kalimat “Al-Bahr” dianjurkan sambil mengangan-angankan hajat tersebut di dalam pikiran. Selain itu, sebelumnya dianjurkan melaksanakan sholat sunnah hajat. Usai salam, membaca hizib 3 kali.
  5. Wajah menghadap ke arah yang berbeda yaitu belakang, depan, samping kiri, samping kanan, bawah dan atas ketika membaca ayat “Ha mim.” Ayat tersebut dibaca sejumlah 7 kali. Pada saat akan membaca  ayat yang ketujuh maka tangan memegang tubuh dan sekitarnya. Selanjutnya, diusapkan ke wajah sambil memikirkan apa saja yang diinginkan.
  6. Ketika mengucapkan kalimat “Kaf ha ya ‘ain shad kifayatuna” pada setiap awal hurufnya, tangan kanan menggenggam satu demi satu jari. Cara memulainya bisa dari jari kelingking dan berakhir pada ibu jari.

Sedangkan, tangan kanan posisinya terus menggenggam hingga bacaan “Ha ‘ain sin qhaf” selesai dibaca. Selanjutnya, dibuka genggaman tangan kanan bisa dimulai dari ibu jari, yaitu bagian jari yang terakhir kali digenggam.

Apabila sahabat muslim memiliki hajat atau keinginan yang sangat besar dan bersifat mendesak maka hizib bisa diamalkan dengan sebelumnya membaca terlebih dahulu surat Al-Fatihah 7 kali, lalu surat Quraisy 21 kali barulah membaca hizib. Insya Allah bisa mewujudkan apa saja yang diinginkan.

Baca Juga : Khasiat Zikir Hari Senin


Keutamaan Hizib Bahr


  • Hizib yang Memiliki Derajat Agung

Artinya adalah hizib jika dibaca oleh orang yang sedang takut atau khawatir secara berlebihan maka akan membuat orang tersebut merasa aman. Hal ini dikarenakan hatinya menjadi lebih tenang.


  • Menyembuhkan Penyakit

Orang yang sakit dan membacanya maka akan sembuh. Sedangkan, orang yang sedang dilanda kesedihan apabila membaca hizib tersebut maka dapat menghilangkan kesedihan di hatinya.


  • Menjauhkan dari Mara Bahaya

Apabila sahabat muslim membaca di suatu tempat maka akan dijauhkan dari mara bahaya dan terhindar dari hama. Sedangkan, jika dibaca ketika matahari terbit maka Allah senantiasa akan mengijabah doanya, meninggikan derajatnya, menghilangkan kegelisahan di dalam hidupnya, melapangkan dadanya dan menjauhkan dari gangguan baik jin maupun manusia.


  • Terhindar dari Keburukan dan Tipu Daya

Orang yang istiqamah membaca wirid maka akan disukai, diagungkan dan dimuliakan oleh orang lain yang memandangnya. Selain itu, dapat memberikan keamanan dan dijauhkan dari tipu daya kaum atau golongan yang bertindak sewenang-wenang terhadap dirinya dan tidak akan meninggal dalam kondisi terbakar, tenggelam ataupun hilang.

Baca Juga : Karomah Sholawat Munjiyat dan Sejarahnya

Apabila sedang berada di laut dan angin berhembus sangat kencang lalu sahabat muslim membacakan hizib maka angin tersebut akan menghilang atas seizin Allah SWT. Saat hizib ditulis dan digantungkan pada sebuah benda maka benda tersebut insya Allah akan selalu dijaga oleh Allah SWT.

Sahabat muslim di mana pun berada, semoga hizib bahr bisa diamalkan secara rutin dengan penuh kekhusyukan dan istiqamah. Dengan demikian, fadhilah dari bacaan tersebut bisa diperoleh dan mendapat keberkahan dari orang yang menyusunnya.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO