Kultum Singkat Tentang Kejujuran

Posted on

Setiap manusia memiliki persoalan di dalam hidupnya. Terkadang, hal itu tidak bisa diselesaikan sendiri. Itulah yang membuat manusia membutuhkan pencerahan dari orang-orang yang ahli dalam agama. Seperti dari ceramah atau kultum singkat tentang kehidupan, misalnya kultum singkat tentang kejujuran yang harus selalu diaplikasikan di dalam hidup kita.Kultum Singkat Tentang Kejujuran

Sahabat muslim juga bisa memberikan kultum singkat dengan tema-tema sederhana yang mengangkat kehidupan sehari-hari. Misalnya tema tentang kejujuran yang juga harus diterapkan di segala bidang kehidupan.

Baca Juga : Kultum Singkat Tentang Ikhlas


Contoh Kultum Singkat Tentang Kejujuran

Ada banyak kultum singkat yang bisa sahabat muslim sampaikan tentang tema kejujuran ini. Seperti yang ada di bawah ini:


  • Sifat Jujur Rasulullah SAW

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat serta jutaan nikmat-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam juga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu menjadi teladan yang baik sebagai umat-Nya.

Sifat dari Nabi Muhammad SAW yang perlu kita teladani adalah kejujuran beliau. Sebelum ia diangkat sebagai Nabi atau Rasul, ia sering mengikuti pamannya berdagang. Ia pun berhasil menjadi seorang pedagang yang sukses karena sifat jujur yang dimilikinya, sehingga banyak pelanggan yang kagum pada sosok beliau.

Baca Juga : Kultum Singkat Tentang Sedekah

Kehadirannya selalu dinantikan oleh para pembeli, karena sifatnya yang jujur dan baik hati. Itulah sebabnya, paman dari Nabi Muhammad pun mempercayakan barang dagangannya kepada beliau.

Sifat jujur ini bukan hanya diucapkan saja, tapi juga harus diterapkan di kehidupan sehari-hari. Kejujuran menjadi modal yang sangat jelas dalam menjadi orang yang sukses. Banyak orang yang tidak jujur, baik dalam laku maupun ucapan. Tapi sahabat muslim bisa menerapkan kejujuran ini sedari kecil, agar terbiasa sampai dewasa.

Perilaku jujur harus dimulai dari orang tua, yang memberi contoh kepada anak-anaknya. Karena dengan adanya kejujuran, maka di negeri kita pun tak akan ada korupsi, penjahat, atau orang-orang yang memiliki sifat jelek lainnya. Pasalnya, masyarakat Indonesia sudah menjunjung tinggi nilai kejujuran itu sendiri.

Sekian kultum tentang kejujuran yang saya sampaikan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wasalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh.


  • Anak dan Kejujuran

Segala puji serta syukur kita hadiratkan kepada Allah SWT, atas karunia-Nya yang senantiasa memberi keberkahan dan rahmat-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam juga kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang menerima syafaat beliau.

Baca Juga : Kultum Singkat Tentang Bersyukur Kepada Allah

Kejujuran berkaitan erat dengan adab dalam berbicara, karena kejujuran ini sangat penting di kehidupan kita sehari-hari. Kejujuran menjadi sebuah pilar dalam akhlak Islam. Dalam menanamkan jiwa atau karakter jujur kepada anak-anak, tentu harus dibiasakan sejak kecil, walaupun diperlukan waktu serta usaha yang tidak sebentar.

Banyak para pelaku korupsi di Indonesia yang berhubungan dengan sikap jujur itu sendiri, berasal dari orang-orang yang hidupnya sangat agamis. Namun, akhlaknya tidak dibekali dengan sikap jujur itu sendiri. Kebiasaan itu juga bisa dilakukan oleh anak-anak kita kelak, apabila kita tidak menanamkan sikap jujur itu sejak mereka kecil.

Lalu bagaimana menanamkan perilaku jujur itu kepada anak-anak? Anak harus selalu diperlakukan dengan baik. Dan mereka harus diajarkan bahwa berbohong itu tidak boleh, bahkan di dalam agama Islam. Itulah yang terkadang luput dari perhatian orang tua, karena banyak juga yang menganggap bahwa berbohong kepada anak-anak tidak apa-apa.

Padahal dengan berbohong kepada mereka, maka mereka bisa mengikuti apa yang orang tuanya lakukan, yaitu tidak jujur. Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan kita di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, yaitu:

“Barang siapa yang berkata kepada anak kecil, ‘kemarilah engkau akan aku beri sesuatu’ lalu ternyata tidak memberi apa-apa, maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan.”

Jadi, jika ada orang tua yang menjanjikan kepada anak-anaknya akan memberi sesuatu tetapi ternyata tidak memberikan hal itu, maka hal itu dianggap dusta. Itulah yang tidak boleh dilakukan oleh orang tua, karena sikap tidak jujur tersebut dapat ditiru oleh anak-anak.

Baca Juga : Ceramah Singkat Tentang Ibu

Dusta tak bisa ditolerir oleh anak-anak, walaupun pada anak kecil. Itulah yang harus diperbaiki. Biasakan anak-anak untuk berbuat baik atau berperilaku baik dan jujur. Contoh perilaku baik itu yaitu makan sambil duduk, makan dengan tangan kanan, berbicara dengan bahasa yang sopan, tidak berbohong, atau berbicara dengan jujur dan sebagainya.

Adanya perilaku korupsi di zaman sekarang ini, dilatarbelakangi oleh kepribadian yang jelek pada anak-anak tersebut. Lain halnya dengan anak-anak yang memang sudah dididik dengan baik oleh orang tuanya, maka ia pun akan selalu istiqomah dalam ajaran Islam termasuk kejujuran. Dan sikap jujur pada diri seseorang sebenarnya bisa meminimalisir tingkat korupsi yang ada saat ini.

Baca Juga : Teks Ceramah Lucu Tentang Cinta

Kultum singkat tentang kejujuran yang dijelaskan di atas, menjadi hal yang paling mendasar dalam kehidupan. Hal-hal baik yang harus diajarkan kepada anak. Serta sikap jujur yang menjadi teladan bagi rasulullah. Itulah hal yang harus diterapkan dalam kehidupan kita, dalam menyikapi segala persoalan apapun.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO