Contoh Mad Iwad

Posted on

Dalam membaca Al-Qur’an, sahabat muslim pastinya harus mengikuti kaidah tajwid. Salah satu kaidah yang sahabat muslim pasti pelajari adalah mad iwad atau iwadh. Mad iwadh sendiri  adalah bagian dari mad aslhiy atau mad thobi’i.mad iwad

Jika sahabat muslim sendiri masih belum memahami apa itu mad iwadh, bagaimanakah cara membacanya dan seperti apa contohnya? Berikut adalah penjelasan yang lebih lengkap mengenai pengertian mad iwad, cara membaca dan beserta contohnya:

Baca Juga : Contoh Bacaan Ra Tafkhim


Pengertian Mad Iwad

Perlu sahabat muslim ketahui, bahwa ketika membaca bacaan Al-Qur’an dan ada tanda wakaf di akhir ayat yang dibaca, maka artinya itu adalah bacaan yang mengandung hukum mad iwad. Jika kalimat dibaca washol atau terus, maka hukumnya menjadi nun mati dan tanwin.

Menurut bahasa, arti mad adalah sangat panjang, sementara kata iwadh bermakna mengganti atau pergantian. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa yang disebut iwad adalah bacaan berharakat tanwin di akhir suatu kata atau kalimat, namun bacaan ini harus dibunyikan dengan panjang.

Tanda tanwin tidak lagi dilafalkan karena bacaan telah terputus atau terhenti. Ya, secara bahasa, mad artinya “panjang” dan arti iwad adalah “pengganti”, sehingga aturan bacaannya harus diganti dari yang tadinya tanwin menjadi panjang.

Dalam ilmu tajwid sendiri, mad iwadh berarti aturan membaca ketika ada wakaf bacaan fathatain atau berhenti di akhir kalimat, atau karena membaca Al-Qur’an dengan waqaf. Bisa dibaca ketika ada tanda berhenti, atau karena terengah-engah ketika membaca ayat Al-Qur’an yang panjang.

Untuk membaca hukum mad iwadh ini, sahabat muslim harus membaca dengan panjang 1 alif atau sama halnya dengan 2 harakat. Nah, untuk tanwin fathah yang diwaqafkan dan dibaca panjang, semua huruf hijaiyah berlaku, namun tidak dengan tanwin fathah pada ta’marbutohoh.

Mengapa? Sebab untuk tanwin fathah yang ditemukan di ta’ marbuthoh hukumnya bukan iwadh, karena ta’marbuthoh hukumnya adalah diwaqofkan atau ditolak, dan diubah menjadi bunyi yang sama dengan huruf hijaiyyah ha’ ketika waqof.

Baca Juga : Contoh Alif Lam Qomariyah


Cara Membaca Mad Iwadh

Cara membaca mad iwadh sendiri hampir sama dengan bacaan mad lainnya. Setiap bacaan mad iwadh memiliki waktu membaca yang berbeda, ada yang memang dibaca dengan 2 harakat, 4 atau bahkan ada yang sampai 6.

Berapa lama untuk membaca mad iwadh? Saat membaca bacaan Al-Qur’an dengan mad iwadh, maka panjang bacaannya adalah 2 harakat atau sepadan dengan 1 alif.

Misalnya, ketika sahabat muslim membaca Al-Qur’an dan menemukan sebuah ayat dengan tanwin sebagai huruf terakhir dari yang dibaca, maka ayat atau bacaan tersebut disebut mad iwadh.

Apakah penjelasan cara membacanya mudah dimengerti? Jika belum, tenang saja! Ada banyak contoh membaca mad iwadh yang ada di dalam Al-Qur’an. Untuk memudahkan sahabat muslim  memahami tentang mad iwadh, di bawah ini ada beberapa contoh bacaan yang dihukumi dengan mad iwadh.

Baca Juga : Contoh Alif Lam Syamsiah


Contoh Mad Iwadh


  • Contoh Pertama

Mad Iwad

Dalam lafadz yang berwarna hijau dan digaris bawahi sebenarnya adalah contoh dari bacaan mad iwadh. Adapun metode membaca ayat di atas adalah panjang 2 harakat atau dibaca “amroo” bukan “amron”. Jika sahabat muslim mau mewasalkan ayat di atas, maka jadinya adalah mad tabi’i.


  • Contoh Kedua

Mad Iwad

Dalam lafaz berwarna hijau dan digaris bawahi menunjukkan contoh bacaan mad iwadh. Metode membaca juga sama dengan sebelumnya, yakni hanya perlu membaca dua harakat atau dibaca “libasaa” bukan “libasan”. Ketika mau membaca ayat di atas dengan wasol, maka jadinya mad tabi’i.


  • Contoh Ketiga

Mad Iwad

Contoh mad iwadh juga terdapat dalam lafadz di atas yang berwarna hijau dan digaris bawahi. Metode membacanya juga sama yakni dua harakat atau dibaca “mihadaa” bukan “mihadan”.


  • Contoh Keempat

Mad Iwad

Contoh mad iwadh selanjutnya yang bisa ditelaah adalah pada lafadz di atas. Cobalah melihat lafaz yang berwarna hijau dan digaris bawahi. Nah, untuk cara membacanya sama dengan contoh-contoh sebelumnya yakni dibaca panjang dua harakat atau dibaca “dihaaqoo” bukan “dihaaqon”.

Baca Juga ; Pengertian Alif Maqsurah


  • Contoh Kelima

Mad Iwad

Coba lihat huruf yang digarisbawahi dengan warna hijau di atas? Kalau sahabat muslim membacanya dengan metode washal, maka huruf berwarna hijau itu jadinya mad tabi’i.

Namun, ketika sahabat muslim membacanya dengan waqaf, maka huruf yang berbeda sendiri itu akan dibaca mad iwadh. Jadi, cara membacanya tulisan di atas“atrobaa”.


  • Contoh Keenam

  Mad Iwad

Untuk contoh mad iwadh selanjutnya juga terdapat pada Al-Qur’an Surat An-Naba’ di ayat 31. Sahabat muslim bisa melihat huruf hijaiyyah yang ditandai dengan warna hijau, bukan?

Nah, lafaz di atas jika dibaca dengan “mafazaa”, maka akan menjadi bacaan mad iwadh, namun jika sahabat muslim membacanya dengan cara washal atau dibaca “mafazan”, jadinya mad tabi’i.

Ingin berlatih mengenali mad iwadh lebih jauh lagi? Berikut adalah tabel mengenai contoh mad iwadh:

Bacaan Dibaca
اَفْوَاجًا اَفْوَاجَا
تَوَّابًا تَوَّابَا
صَبْحًا صَبْحَا
جَمْعًا جَمْعَا
يُسْرًا يُسْرَا
مَالًالُّبَدًا مَالًالُّبَدَا
اَكْلًا لَّمًّا اَكْلًا لَّمَّا
صَفًّا صَفًّا صَفًّا صَفَّا

Baca Juga ; Pengertian Alif Layyinah

Dari semua contoh mad iwad yang sudah dijelaskan di atas, apakah sahabat muslim sudah paham mengenai pengertian mad iwad, dan bagaimana cara untuk membacanya? Coba yuk, buka Al-Qur’an dan segera praktekkan hukum tajwid satu ini.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO