Resensi Novel Si Anak Pelangi

Posted on

Resensi Novel Si Anak Pelangi

Tere Liye merupakan penulis yang sering kali membuat karya novel serial. Salah satu serial novel yang diciptakannya adalah Serial Anak Nusantara. Buku ke-7 dari serial ini berjudul Si Anak Pelangi. Resensi novel Si Anak Pelangi dari Tere Liye dapat dibaca melalui artikel ini.

Ya, melalui resensi ini Sahabat akan mendapatkan berbagai informasi umum tentang novel Si Anak Pelangi. Seperti judulnya, novel ini akan menceritakan kisah anak-anak yang penuh dengan pembelajaran berharga. Simak resensi dari novel Si Anak Pelangi di bawah ini ya!

Identitas Buku

Lihat Juga : Resensi Novel Lumpu

Novel Si Anak Pelangi merupakan buku ke tujuh dari Serial Anak Nusantara. Enam buku sebelumnya yaitu Si Anak Spesial, Si Anak Pintar, Si Anak Pemberani, Si Anak Kuat, Si Anak Cahaya, dan Si Anak Badai. Serial ini merupakan kumpulan kisah berbeda dari anak-anak yang memiliki karakter berbeda.

Sebelum mengetahui sinopsis dari novel Si Anak Pelangi, Sahabat harus tahu informasi umum dalam identitas buku yang satu ini. Berikut ini informasi lengkapnya, yaitu:

  • Judul Buku : Si Anak Pelangi
  • Penulis : Tere Liye
  • Co-Author : Sarippudin
  • Penerbit : PT. Sabak Grip Nusantara
  • Cetakan : 2021 (Cetakan Pertama)
  • SKU : RBA-004
  • ISBN : 9786239607432
  • Jumlah Halaman : 365 Halaman
  • Ukuran : 20.5 cm
  • Cover : Soft Cover
  • Berat : 350 Gram
  • Harga : Rp 85.000

Sebenarnya novel ini sudah ada sejak pertengahan 2020, tetapi masih berbentuk digital di Google Play Book. Versi sebelumnya ini pun masih belum diedit. Namun, di pada bulan Maret 2021, Tere Liye bekerja sama dengan PT. Sabak Grip Nusantara untuk menerbitkan novel ini dalam bentuk buku.

Sinopsis

Lihat Juga : Resensi Novel Si Putih

Novel Si Anak Pelangi menceritakan tentang kehidupan seorang anak gadis kecil bernama Rasuna atau kerap disapa dengan nama Ras. Ia tinggal di lingkungan yang sangat beragam dengan berbagai kisah dan masalah di dalamnya.

Di dalam novel ini, Tere Liye menggambarkan masa anak-anak yang menyenangkan, mulai dari sekolah, belajar bela diri, serunya bermain di lapangan, hingga kehidupan di pasar dan gang-gang sempit.

Meskipun terlihat menyenangkan, di dalam kehidupan Rasuna banyak hal baru dan penuh perbedaan yang harus ia pahami dengan baik. Perbedaan ini mengisahkan tentang keberagaman manusia mulai dari perbedaan warna kulit, bentuk mata, suku, agama, etnis, dan lain sebagainya.

Beragam konflik pun muncul dalam lingkungan yang penuh perbedaan ini. Banyak konflik muncul didasari dengan desar-desus yang sebenarnya tidak jelas. Sebenarnya konflik ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia sebenarnya yang penuh dengan keanekaragaman.

Bagaimana seorang gadis kecil memandang dan memahami perbedaan yang ada di lingkungannya? Konflik apa saja yang terjadi di antara keberagaman yang ada? Pesan moral apa yang bisa diambil dari kisah dalam novel Si Anak Pelangi?

Apakah keberagaman dan perbedaan bisa menjadi seperti Pelangi yang memiliki banyak warna tetapi tetap indah? Sahabat pasti sangat penasaran, bukan?

Apa yang Menarik dari Novel Si Anak Pelangi?

Lihat Juga : Resensi Novel Janji

Novel Si Anak Pelangi memang sekilas bisa dilihat sebagai novel anak-anak, terlebih novel ini merupakan salah satu novel dari serial Anak Nusantara. Namun, cerita yang digambarkan oleh Tere Liye dalam novel ini bukan hanya cocok untuk anak-anak.

Ya, menariknya novel Si Anak Pelangi juga sangat cocok sebagai bacaan remaja dan orang dewasa. Mengapa demikian? Tentunya karena berbagai kisah dalam keberagaman dan perbedaan yang digambarkan dalam novel ini sangat mirip dengan kenyataan hidup.

Tere Liye menggambarkannya dengan gaya bahasa sederhana sehingga mudah dipahami. Inilah yang membuat pesan moral dalam novel Si Anak Pelangi bisa dipahami dengan baik oleh para pembaca.

Ya, hal menarik lainnya adalah kisah dalam novel Si Anak Pelangi akan mampu mengajak Sahabat untuk menyadari bahwa sebenarnya tidak perlu ada konflik dari perbedaan yang ada.

Perbedaan dan keberagaman harusnya bisa dipandang dan diterima dengan baik seperti pelangi dengan berbagai warna yang tetap terlihat sangat indah.

Lihat Juga : Resensi Novel Jingga dan Senja

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Resensi novel Si Anak Pelangi juga akan membahas tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada di dalam novel.

1.     Intrinsik

Unsur intrinsik dalam novel Si Anak Pelangi Tere Liye, meliputi:

●        Tokoh

Rasuna, Pinar, Pendekar Subib, Mamak Aisyah, Bapak Affan, Popo, Lahu, Jet Li, Kak Damay, Pak Cip, Bang Bron, Yose, Tondo, Frine, Hamid, Noorman, Ridwan, Pak Alan, Kak Fanie, Madan, Koko (King), Pak Kiman, Bi Jena, Mang Tawing, Daeng Yusuf, Tante Sona, Baibah, Kak Ferre, Om Pram, Bi Sumar, Mbak Iren, dan beberapa tokoh lainnya.

●        Setting Tempat

Sekolah, rumah, lapangan bermain, Hotel Bintang Seribu, dan lain sebagainya.

2.     Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik dari novel Si Anak Pelangi Tere Liye, yaitu:

●        Sosial

  • Kehidupan sederhana, tetapi bahagia yang dijalani Rasuna sebagai tokoh utama bersama kedua orang tuanya.
  • Persahabatan masa kecil anak-anak antar tokoh.
  • Kehidupan yang penuh keberagaman dan perbedaan di satu lingkungan hidup.

●        Budaya

Adanya budaya menyebarkan desas-desus tentang perbedaan yang menimbulkan konflik.

Lihat Juga : Resensi Novel Hujan Bulan Juni

Pesan Moral Novel Si Anak Pelangi

Ada banyak pesan moral yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran hidup, misalnya:

  • Jangan mudah percaya dengan desas-desus yang tidak pasti.
  • Jangan mudah terhasut.
  • Harus pintar membawa diri.
  • Harus pintar membedakan keinginan dan kebutuhan
  • Saling memahami perbedaan antar sesama.
  • Perbedaan itu indah jika dipahami dengan benar

Lihat Juga : Resensi Novel Sepotong Hati

Resensi novel Si Anak Pelangi di atas pasti membuat Sahabat semakin penasaran dengan kisah Rasuna di lingkungannya yang penuh perbedaan, bukan? Lalu bagaimana cara Rasuna memahami perbedaan itu seindah pelangi meskipun ada banyak konflik di dalamnya?

Sebaiknya Sahabat langsung baca novel Si Anak Pelangi karya Tere Liye agar bisa mendapatkan banyak pesan moral di dalamnya. Ingat ya, perbedaan itu sangat indah seperti pelangi!

Lihat Juga : Resensi Novel Berjuta Rasanya Karya Tere Liye

Pemuda Muslim Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri #Programmer #Blogger #Desainer