Makna Dari Yaumul Hasyr

Posted on

Sahabat muslim, hari-hari di dunia ini hanyalah sementara. Masih ada jalan panjang yang harus dilalui untuk mencapai kehidupan akhirat yang kekal. Sebelum mencapainya, manusia harus melewati peristiwa-peristiwa besar, termasuk yaumul Hasyr. Apa yang terjadi pada saat itu? Keep scrolling.Yaumul Hasyr


Apa itu Yaumul Hasyr?

Secara bahasa, yaumul berarti hari, sedangkan Hasyr adalah nama sebuah tempat yang juga dikenal sebagai tanah/padang Mahsyar. Sehingga, jika kedua kata tersebut digabungkan dan diartikan mentah-mentah berarti hari di Mahsyar.

Tempat tersebut sangat luas dan dipergunakan untuk mengumpulkan semua manusia dan makhluk Allah SWT lainnya, termasuk malaikat dan jin. Hari dikumpulkannya manusia di padang Mahsyar terjadi setelah semua makhluk dibangkitkan.

Baca Juga : 7 Khasiat Zikir Hari Selasa

Peristiwa ini disebutkan pada QS Al-Kahfi: 47, yang berarti:

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.”

Masih ada beberapa ayat yang menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di padang Mahsyar selain ayat di atas. Untuk apa manusia dikumpulkan di tempat ini setelah kiamat nanti? Mereka dikumpulkan untuk menunggu pengadilan atau penghitungan amal mereka saat hidup di dunia.

Waktu penantian tersebut akan terasa singkat bagi mereka yang beriman dan bertakwa. Setelah waktu pengadilan mereka tiba, mereka juga memperoleh kemudahan dalam menjalaninya. Namun, mereka yang memiliki banyak dosa akan merasa menunggu sangat lama. Di samping itu, pengadilan mereka juga lama dan sulit.


Bagaimana Keadaan Mahsyar dan Manusia yang Dikumpulkan di dalamnya?

Peristiwa di Padang Mahsyar ini sangat menakutkan bagi mereka yang memiliki banyak dosa. Alasan ketakutan manusia adalah keadaan mahsyar dan keadaan mereka sendiri.


  • Keadaan Mahsyar

Selain sangat luas, padang mahsyar ini juga sangat panas dan gersang. Matahari tepat berada di atas kepala makhluk yang terkumpul di dalamnya. Jarak matahari dengan kepala mereka hanya sebesar 2 jengkal atau busur.

Saking panasnya, keringat manusia bercucuran dalam jumlah yang sangat banyak. Keringat tersebut menggenangi tanah tempat manusia berdiri. Beberapa orang tergenang keringatnya sendiri sampai ke lutut, yang lain sampai ke perut atau hidung.

Akan tetapi, ada beberapa golongan orang yang akan memperoleh perlindungan dari teriknya Mahsyar, meliputi:

  • Dua orang yang saling menyayangi karena Allah SWT
  • Mereka yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi
  • Pemimpin yang adil
  • Mereka yang hatinya selalu ingat masjid
  • Pemuda dan pemudi yang tumbuh dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
  • Mereka yang berdzikir dalam kesunyian hingga menitikkan air mata
  • Laki-laki yang dapat menolak rayuan wanita cantik dan kaya karena takut kepada Allah SWT

Baca Juga : Keistimewaan Hizib Nashor


  • Keadaan Manusia

Keadaan manusia di padang mahsyar ini sesuai dengan keadaan mereka saat dibangkitkan. Manusia yang beriman, bertakwa, dan memiliki banyak amal tidak akan merasakan panasnya padang mahsyar. Amalan shaleh mereka akan melindungi diri mereka dari teriknya panas matahari. Mereka juga tampak bercahaya karena shalat, puasa, dan semua amal baik mereka.

Namun, mereka yang memiliki banyak dosa akan dibangkitkan dengan berbagai keadaan mengenaskan, contohnya tanpa tangan dan kaki, tampak seperti babi hutan, dan kepala terputus. Mereka akan merasa ketakutan dan berteriak-teriak meminta pertolongan. Selain itu, ada manusia yang berjalan dengan kaki, berjalan dengan wajah, dan berkendara.


  • Malaikat Mendampingi Manusia

Selain berada dalam keadaan yang beragam, manusia juga didampingi oleh dua malaikat. Keduanya memiliki tugas masing-masing. Malaikat yang satu bertugas sebagai saksi atas perbuatan yang telah dilakukan manusia saat berada di dunia. Sedangkan malaikat yang lainnya bertugas mengiring manusia.


Barisan di Mahsyar

Saat berada di Mahsyar, manusia akan melihat bendera-bendera berkibar. Bendera tersebut dikibarkan untuk para pemimpin kebenaran. Di bawah bendera tersebut berdiri para pengikut mereka dalam sebuah barisan. Bendera-bendera tersebut adalah:


  • Bendera Fuwaha’

Bendera ini diperuntukkan bagi Mu’adz bin Jabal dan para pengikutnya. Mereka adalah orang-orang alim fiqih.


  • Bendera Liwaus Shidqi

Panji ini juga disebut sebagai bendera kebenaran. Panji tersebut diperuntukkan bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq beserta para pengikutnya. Pengikutnya adalah umat Muslim yang menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran.

Baca Juga : Cara Mengamalkan Hizib Autad


  • Bendera Zuhud

Abu Dzar Al-Ghiffari adalah pemimpin yang memiliki bendera Zuhud ini. Mereka yang berdiri di bawahnya adalah orang-orang yang menjalani zuhud atau gaya hidup sederhana yang lebih mementingkan akhirat daripada dunia.


  • Bendera Syuhada

Panji ini dikhususkan bagi Ali bin Abi Thalib yang meninggal karena sabetan pedang pemberontak ketika hendak menunaikan shalat subuh di masjid Kufa. Bendera ini juga diperuntukkan bagi semua umat muslim yang mati syahid.


  • Bendera Dermawan

Umat muslim yang dermawan akan berbaris di bawah bendera dermawan. Bendera tersebut dikibarkan oleh Utsman bin Affan yang terkenal sangat dermawan.


  • Bendera Mu’adzin

Sahabat Nabi SAW, Bilal bin Rabah, ialah pemimpin yang mengibarkan bendera muadzin. Seperti nama bendera ini, barisan pengikutnya adalah para muadzin.


  • Bendera Qurra’

Bendera ini diperuntukkan bagi Ubay bin Ka’ab. Sedangkan mereka yang berbaris di bawahnya adalah para qari’.


  • Bendera Orang yang Dianiaya hingga Meninggal

Orang-orang yang dianiaya hingga meninggal atau dibunuh dengan cara dianiaya akan berbaris di bawah bendera ini. Mereka akan dipimpin oleh Husain bin Ali.


Syafaat Penolong di Padang Mahsyar

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hari-hari di Padang Mahsyar ini tidak mudah dan sangat menyiksa, apalagi bagi mereka yang melakukan banyak dosa saat hidup di dunia ini. Pada saat itu, tidak ada saudara atau teman yang dapat menolong sahabat muslim kecuali Syafaat Udhma.

Pertolongan ini datangnya dari Baginda Nabi SAW. Beliau akan memohon pertolongan untuk semua makhluknya yang pantas untuk ditolong. Pertolongan ini berupa ditambah berat timbangan amalnya, masuk surga tanpa hisab, dan dipercepat serta dipermudah masuk surga.

Baca Juga : Hizib Nawawi dan Keutamaannya

Yaumul Hasyr adalah hari yang berat dan menyiksa. Oleh sebab itu, sahabat muslim harus berusaha menjadi orang yang masuk ke salah satu golongan orang yang mendapat naungan di padang Mahsyar. Selain itu, sahabat muslim juga harus banyak mengucapkan shalawat dan amalan lain yang dapat mendatangkan syafaat Nabi SAW.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO