Pengertian Yaumul Baats

Posted on

Apa itu Yaumul Baats?

Kematian bukanlah akhir dari kehidupan ini. Bisa dikatakan bahwa kematian adalah sebuah awal dari perjalanan panjang manusia untuk menuju alam akhirat. Setelah mati, ruh manusia akan menunggu datangnya hari kiamat dan yaumul baats. Apakah sahabat muslim sudah mengetahui dan memahami pengertian Yaumul Baats? Jika belum, yuk kepoin di sini!Pengertian Yaumul Baats

Apakah sebenarnya yang disebut yaumul baats itu? Dalam bahasa Arab, yaumul berarti hari atau masa, sedangkan baats bermakna kebangkitan atau pembangkitan. Sehingga, yaumul baats dapat diartikan sebagai hari kebangkitan.

Baca Juga : Keutamaan Luar Biasa dari Sholawat Fatih

Pada waktu itu, manusia dibangkitkan dari alam kubur. Beberapa pendapat mengatakan bahwa ketika itu ruh manusia disatukan kembali dengan tubuhnya. Meski demikian, keadaan tubuh manusia tersebut tergantung pada amal dan perbuatan masing-masing.

Mereka dibangkitkan untuk dikumpulkan di padang Mahsyar dan ditimbang amal-amalnya. Menurut sabda Nabi SAW, manusia akan menuju ke tempat tersebut dengan 3 cara, yaitu berkendara, berjalan kaki, dan berjalan dengan wajahnya. Semua itu, tentu tergantung pada amal masing-masing.

Salah satu dalil yang menceritakan tentang yaumul baats adalah QS Az Zumar: 68. Dalil tersebut berarti:

“Dan tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

Dari ayat tersebut diketahui bahwa malaikat Israfil akan meniup sangkakala 2 kali. Tiupan pertama dilakukan sebelum kiamat dan yang kedua dilakukan sebelum manusia dibangkitkan dari alam kubur.

QS Al Mu’minun: 15-16 juga menceritakan waktu tersebut, yang artinya:

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.”

Baca Juga : 7 Khasiat Zikir Hari Selasa


Keadaan Manusia Saat Dibangkitkan

Menurut sebuah hadist shahih, manusia dibangkitkan dalam keadaan umur 33 tahun. Namun, wujud mereka berbeda-beda. Berdasarkan hadist, mereka dikelompokkan menjadi 12 golongan, yakni:


  • Golongan Wajah Bercahaya

Orang-orang muslim yang selalu menjaga shalat 5 waktu, beramal baik, menjauhi hal-hal yang durhaka, mendapat ridha, ampunan, dan kasih sayang dari Allah, serta yang meninggal dalam keadaan bertaubat akan masuk pada golongan ini.

Wajah mereka bercahaya bagaikan sinar rembulan saat dibangkitkan. Selain itu, mereka dapat melewati jembatan Sirath dengan sangat cepat bagaikan kilat yang menyambar.


  • Golongan dengan Perut Besar

Mereka yang tidak mau membayar zakat akan bangkit dengan perut yang sangat besar, bahkan ukurannya seperti gunung. Perut ini berisi banyak sekali kalajengking dan ular.

Baca Juga : Keistimewaan Hizib Nashor


  • Golongan seperti Babi Hutan

Sebagian orang akan dibangkitkan dengan rupa seperti babi hutan. Mereka adalah orang yang sering melalaikan shalat dan malas.


  • Golongan Buta

Mereka yang suka minum minuman beralkohol akan dibangkitkan dengan keadaan buta. Selain itu, gigi taring mereka juga sangat besar dan panjang, mirip tanduk sapi dengan bibir mereka menjuntai sepanjang dada dan lidah menjulur sampai ke perut. Perut tersebut menggelambir hingga paha dan mengeluarkan kotoran.


  • Golongan dengan Penyakit Kusta

Orang yang durhaka kepada orangtua mereka akan bangkit dengan tubuh penuh dengan penyakit kusta. Selain itu, mereka juga menderita penyakit sopak, sehingga kulit mereka belang-belang.


  • Golongan Berwajah Hitam

Sebagian orang akan bangkit dengan wajah berwarna hitam. Di samping itu, mereka juga memiliki mata biru dan perut yang penuh dengan api. Mereka adalah orang yang memakan harta anak yatim secara zalim.

Baca Juga : Cara Mengamalkan Hizib Autad


  • Golongan Kaki di Atas dan Kepala di Bawah

Golongan orang yang akan dibangkitkan dalam keadaan jungkir balik ini adalah mereka yang suka berbuat zina dan tidak sempat bertaubat sebelum ia meninggal. Selain berjalan dengan kepala mereka, faraj mereka mengeluarkan nanah dengan deras.


  • Golongan Tidak Memiliki Lidah

Sebagian lainnya akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa lidah karena mereka tidak mau memberi kesaksian atas kebenaran. Selain tidak berlidah, mulut mereka juga mengeluarkan darah dan nanah.


  • Golongan dengan Leher Terputus

Orang-orang yang pernah atau sering memberikan kesaksian palsu akan bangkit dengan leher yang terputus.


  • Golongan Berbau Busuk

Di antara umat manusia yang hidup di bumi ini, ada orang yang suka bermaksiat secara sembunyi-sembunyi karena takut dilihat orang. Meski demikian, mereka tidak takut dilihat oleh Allah SWT. Orang-orang inilah yang akan dibangkitkan dengan bau yang sangat busuk yang lebih menyengat daripada bangkai.


  • Golongan Tanpa Tangan dan Kaki

Orang-orang yang suka mengganggu tetangga mereka selama hidupnya di dunia akan dibangkitkan dengan keadaan tidak memiliki tangan dan kaki.

Baca Juga : Hizib Nawawi dan Keutamaannya


  • Golongan dengan Darah Bercucuran

Sebagian manusia akan dibangkitkan dengan darah bercucuran keluar dari mulutnya. Mereka ini adalah orang yang suka berbohong saat melakukan transaksi jual beli.


Peristiwa Kebangkitan di Zaman Nabi-Nabi

Allah SWT adalah Zat yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, sehingga sudah pasti Allah mampu membangkitkan semua manusia dari kematian. Peristiwa-peristiwa serupa bahkan pernah terjadi pada zaman nabi-nabi sebelumnya.

Baca Juga : Khasiat dan Manfaat Hizib Barqi


  • Peristiwa Ash-habul Kahfi

Dalam peristiwa ini, 7 pemuda dan seekor anjing tertidur di dalam gua selama 300 tahun. Lalu Allah membangunkan mereka dan mempertemukan mereka dengan manusia yang hidup pada saat itu agar mereka meyakini adanya hari kiamat dan hari kebangkitan.


  • Peristiwa pada Zaman Nabi Isa A.S.

Nabi Isa A.S diberi mukjizat untuk menghidupkan orang yang telah mati dengan seizin Allah. Pada suatu hari Nabi Isa A.S pernah dipaksa untuk membangkitkan Sam bin Nuh yang sudah meninggal lama sekali. Mukjizat ini tentu dimaksudkan untuk membuktikan kekuasaan Allah.


  • Peristiwa pada Zaman Nabi Musa A.S.

Pada zaman Nabi Musa A.S, ada sebuah pembunuhan yang mengakibatkan orang saling menuduh. Orang-orang lalu meminta tolong nabi Musa A.S untuk menyingkap misteri ini. Sehingga, Allah menyuruh nabi Musa A.S untuk memukulkan salah satu bagian tubuh sapi betina untuk menghidupkan orang yang mati tersebut agar orang tersebut menyebutkan siapa pembunuhnya.

Baca Juga : Keutamaan dan Tata Cara Membaca Hizib Bahr

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian yaumul baats adalah hari kebangkitan manusia dari alam kubur. Keadaan manusia saat dibangkitkan sangatlah beragam. Jika sahabat muslim ingin dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya, maka sahabat muslim harus mulai menabung kebaikan dan ketakwaan dari sekarang.

Pemuda Muslim Yang Hoby Menulis #Publisher #Programmer #Blogger #SEO